banner

20_12

author photo

23 Cerita Inspiratif | Contoh Cerpen

Sebuah cerita inspiratif  yang menggugah jiwa kaya akan hikmah kehidupan meskipun sebagian merupakan cerita fiksi/cerita dongeng, cerita lucu, cerita pendek, cerita yang singkat namun bermakna, untuk inspirasi hidup anda, anak, keluarga, bisa digunkan sebagai cerita sebelum tidur untuk anak, semoga kehidupan anda lebih bahagia.

 

Berikut ini koleksi cerita-cerita inspiratif yang mampu menyentuh mata hati dan pikiran. Cerita yang penuh inspirasi menunjukan kekuatan dan keluhuran unsur-unsur watak manusia yang layak diraih oleh setiap insan. 

 

Dorongan penyemangat sangat dibutuhkan dari waktu kewaktu bagi kita. Karena kehidupan manusia terus bergulir, kebahagiaan, kesedihan, kelapangan, kesempitan, kemakmuran, kemiskinan, dan seterusnya. Semua dipergilirkan layaknya siang dan malam.

 

Menyadari betapa pentingnya dorongan penyemangat jiwa berupa cerita inspirasi akan mampu memicu gairah, semangat, dan energi kita saat terpuruk dalam kesedihan, kegalauan, kesusahan hidup. Untuk dapat kembali menjalani kehidupan dengan penuh kepercayaan diri, motivasi dan optimisme.

 

cerita inspiratif

Semoga semua cerita inspiratif ini menjadi sarana kita untuk saling nasehat dan menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

 

Daftar Cerita :

 

  1. Cerita inspiratif – Malaikat Sang Penjaga
  2. Cerita Inspiratif – Ibuku Hanya memiliki Satu Mata
  3. Cerita inspiratif – Suara Gema
  4. Cerita Inspiratif - Batu, Kerikil Dan Pasir
  5. Cerita inspiratif – Lompatan Belalang
  6. Cerita Inspirasi – Sebuah Catatan Rasa Menyesal
  7. Cerita inspiratif – Jalan Menuju Kesuksesan
  8. Cerita inspiratif – Air Pahit
  9. Cerita inspiratif – Seekor Kura-Kura
  10. Cerita inspiratif – Rusa Yang Tahu Balas Budi
  11. Cerita Inspirasi – Lima Menit Lagi
  12. Cerita inspiratif – Cintai Semua Nyawa
  13. Cerita inspiratif – Cincin Ajaib
  14. Cerita inspiratif – Raja dan Laba-Laba
  15. Cerita inspiratif Terbaru – Cangkir Yang Indah
  16. Cerita inspiratif – Bangun, Bergeraklah dan Menang
  17. Cerita inspiratif – Anak Penjual Bunga
  18. Cerita inspiratif Pendek – Batu Besar
  19. Cerita Inspiratif – Buah Pisang Yang Hilang
  20. Cerita inspiratif – Dua Ekor Singa
  21. Cerita Inspiratif – Berkelahi di Lubang
  22. Cerita inspiratif – Belajar Dari Sebuah Kepompong
  23. Cerita inspiratif – Kentang, Telur, dan Biji Kopi



Cerita inspiratif – Malaikat Sang Penjaga

Diceritakan seorang bayi akan dilahirkan ke dunia fana.

Bayi tersebut mengajukan sebuah pertanyaan kepada Tuhan “Malaikat telah mengatakan kepadaku bahwa Engkau akan mengirimku ke dunia yang baru, bagaimanakah saya bisa hidup di sana sedangkan saya tidak tahu sama sekali keadaan didunia dan keadaan saya sangat kecil dan juga lemah?”

 

Tuhan pun menjawab pertanyaan sang bayi “Engkau tidak usah kuatir sesuai janjiku, Aku telah pilihkan satu malaikat yang akan menjagamu dan senantiasa menyayangi dan mengasihimu.”


Sang bayi pun berkata “Tapi saya disini dalam surga sudah bahagia…..meskipun hanya bernyanyi dan tertawa. Semua hal disini sudah cukup bagi saya Tuhan.”

 

Tuhan pun kemudian menjawab “Nanti Malaikat yang aku kirimkan untukmu pun akan bernyanyi dan tersenyum kepadamu setiap saat dimana kamu dapat merasakan cintanya dan kamupun akan selalu bahagia setiap hari.”

 

Sang bayi kemudian bertanya kembali, “Bagaimana saya bisa memahami pembiacaraan orang-orang saat berbicara denganku, saya sama sekali tidak mengerti bahasa mereka?”

  

Tuhan menjawab “Malaikat Penjagamu akan selalu berbicara dengan bahasa yang paling indah yang belum pernah kamu dengar sebelumnya; dan akan berbicara kepadamu dengan sabar dan penuh perhatian, dia akan mengajarimu bagaimana kamu berbicara dan juga banyak hal.”


“Tapi Tuhan.... bagaimana jika ada orang yang berbuat jahat kepada saya, siapakah yang akan melindungi saya?”

“Malaikatmu lah yang akan menjaga dan melindungimu, meskipun untuk melindungimu itu akan mengancam jiwanya.”

“Tapi Tuhan sudah pasti saya akan merasa sangat sedih sekali, karena tidak akan dapat melihatMu kembali.”

 

“Malaikat Penjagamu akan bercerita kepadamu tentang Diriku, dan juga akan mengajarimu bagaimana engkau bisa berdo’a kepada-Ku, mendekatkan diri kepada-Ku dan kembali kepada-Ku, meskipun sebenarnya Aku selalu berada didekatmu.”

 

Surga sangat tenang hingga suara dari bumi dapat terdengar dengan jelas, Sang anak kembali bertanya kepada Tuhan, “Wahai Tuhan …… jika memang saya harus ke dunia saat ini juga, bisakah Engkau beritahukan kepada ku siapakah Malaikat Penjagaku itu?”

 

Jawab Tuhan, “Malaikat Penjaga kamu itu, adalah ….. IBU…..”

 

 

Cerita Inspiratif – Ibuku Hanya memiliki Satu Mata

Karena Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku sangat membencinya hingga aku dewasa. Aku benci benci karena jadi bahan cemoohan orang lain baik disekolah maupun dilingkungan rumah. Aku benci ketika orang lain menatap Ibuku dengan rasa jijik dan memalingkan mukanya.

 

Kapanpun dan dimanapun aku tidak pernah ingin terlihat bersama Ibuku, karena membuatku merasa tidak pernah nyaman. Meskipun begitu Ibuku melakukan dua perkerjaan untuk menafkahi keluarga.

 

Jika Ibu mengunjungi saya di sekolah, aku merasa ingin sekamuinya dia tidak pernah ada di dunia ini. Aku sangat membencinya, karena dia menjadi bahan olok – olokan seluruh sekolah. Pernah suatu ketika, aku sangat benar – benar marah kepadanya dan ingin meluapkannya, aku  pernah mengatakan kepada ibuku secara langsung, bawah aku berharap dia mati saja. Saat itu aku benar-benar sudah tidak memperdulikan  perasaannya.

 

Setelah aku menjadi dewasa, aku tetap melakukan segala cara dan upaya untuk bisa menjauhkan diriku dari ibuku. Hingga aku beusaha belajar sangat keras dengan harapan bisa bekerja ditempat yang jauh, akhirnya keinginanku tercapai dan mendapat pekerjaan sesuai keinginananku di luar negeri, dalam hati aku measa puas jika aku telah jauh dari Ibuku dan tidak akan pernah akan bertemu dengannya.

 

Hingga kemudian akhirnya aku menikah dan mulai membangun rumah tanggaku sendiri. Aku sudah sibuk dengan mengurus pekerjaan dan keluargaku sendiri, aku bercita–cita untuk memberikan kehidupan yang baik untuk keluarga dan anak-anakku tercinta. Tidak pernah sedikitpun terbesit pikiran akan Ibuku.

 

Hingga suatu hari yang tidak disangka-sangka, ibuku mengunjungiku dirumah pribadiku. Tidak kau sangka hari itu datang, wajah yang sangat aku benci dalam hidupku, dengan mata satunya itu, membuat semua anak-anakku merasa sangat ketakutan, sehingga semua anakku mulai menangis.

 

Aku sangat marah kepada ibuku karena sudah datang dengan mendadak kerumahku dan membuat semua keluargaku ketakutan. Saya melarangnya untuk masuk. Saya membentaknya dan berkata : “Jangan pernah kamu kembali ke rumah ini menggangu ketentraman keluargaku, kamu sudah membuat takut anak-anakku. Aku berteriak dan menghardiknya, namun ibuku hanya terdiam kemudian meminta maaf kepadaku dan kemudian menginggalkan rumahku.

 

Waktu berlalu hingga tibalah waktu dimana aku menerima undangan  reuni sekolah, yang membuat aku harus kembali ke tempat asal kelahiranku selama lebih dari 30 tahun lamanya. Aku membawa kendaraanku melewati rumah dimana aku dilahirkan dan dibesarkan dan membuatku mendatangi gubuk tua tersebut. Seorang tetanggaku menghapiriku dan mengatakan bahwa ibuku telah meninggal bebeapa tahun yang lalu dan menitipkan surat untukku. Akupun menerimanya kemudian membacanya.

 

“Untuk Anakku Tersayang :

 

Ibu ingin memohon maaf karena sudah berkunjung kerumahmu tanpa memberitahukanmu sebelumnya, sehingga Ibu sudah membuat anak-anakmu menjadi merasa ketakutan. Ibu sungguh sangat menyesalinya,  karena ibu sudah menjadi sumber penyebab kamu merasakan penderitaan menerima penghinaan dicemooh oleh orang lain dan membuat dirimu malu sejak kamu kecil hingga kamu menjadi dewasa.

 

Ibu beharap kamu akan kembali kekampung halamanmu ini dan membaca surat ini, saat kamu membaca surat ini Ibu mungkin sudah tidak ada didunia ini. Bagaimanapun Ibu sangat ingin memberitahumu sesuatu hal yang sangat Ibu ingin sampaikan kepadamu sejak dulu. Mengenai keadaan Ibu yang, bagaimana kondisi fisik Ibu telah menjadikan aib bagimu dan menjadi sumber penderitaanmu selama ini.  

 

Anakku tersayang, Ibu tahukah kamu bahwa dulu kamu pernah mengalami sebuah insiden yang menyebabkanmu harus kehilangan sebelah penglihatanmu, saat itu Ibu tidak sanggup membayangkan bagaimana kamu harus menerima kenyataan hidup dan tumbuh dengan hanya memiliki satu mata, untuk menjalani masa kecil hingga dewasa dengan hanya memiliki satu mata.

 

Ibu sangat mengingnkan agar kamu bisa memiliki penglihatan kembali yang normal sebagaimana anak-anak lain, tumbuh dan bergaul dengan teman-temanmu tanpa merasa malu, sedih dan minder. Ibu ingin agar kamu dapat merasakan keindahan dunia yang begitu sempurna, jadi ibu memutuskan untuk mendonorkan sebelah mata ibu untukmu. Meskipun Ibu harus memiliki satu mata, tapi Ibu sangat merasa bahagia tidak pernah sama sekali Ibu merasa sedih, karena bagi Ibu engkaulah sumber kebahagiaan Ibu.

 

Wahai anakau tersayang, dalam hati ibu, engkau akan selalu menjadi milikim dan anak kesayangan Ibu. Ibu selalu dan selamanya akan mencintaimu dan menyayangimu dengan sepenuh hati. Ibu tidak pernah menyesal apa yang telah Ibu lakukan. Dan do’a ibu selalu menyertaimu selama ini agar kamu bisa merasakan kebahagiaan dalam hidupmu apapun pilihan hidup yang engkau akan jalani.

 

Teriring do’a dari Ibumu yang senantiasa mencintai dan menyayangimu.”

 

Setelah membaca surat itu, tak terasa aku menangis dan menyesali perbuatanku selama ini. Benar-benar sebuah kesedihan yang paling berat yang aku alami dalam hidup ini. Betapa aku sangat menyesal. Karena seumur hidupku tidak pernah sedikitpun aku bisa membahagiakan Ibuku, aku hanya bisa menyakiti hati dan perasaannya selama hidup ini aku hanya bisa menyakiti perasaannya. Betapa teganya aku mengabaikan orang yang selama ini telah nyata-nyata berkorban untuk kebahagian hidupku.

 

Pesan moralnya adalah : Jangan pernah sedikitpun kita menyakiti perasaan orang tua kita. Betapa banyak pengorbana orang tua kita, baik yang kita tahu dan lihat atau bahkan yang tidak kita tahu dan dilihat langsung. Orang tua kita hanya menginginkan kebahagian kita anak-anaknya, mereka rela mengorbankan kebahagian mereka, bahkan rela mengorbankan diri mereka sendiri demi kita anak-anaknya.

Berbuat baiklah kepada Ibu dan Bapakmu karena kita tidak pernah tahu kapan mereka akan tetap selalu bersama kita didunia ini. Bahagiankanlah mereka, karena jika kamu tahu kebahagiaan mereka itu sederhana dan mudah, mereka hanya ingin kamu bahagia.

 


Cerita inspiratif – Suara Gema

Diceritakan ada seorang anak yang sedang melakukan kegiatan pendakian gunung, untuk memanfaatkan waktu liburnya bersama ayahnya. Tanpa diduga sang anak jatuh tersandung batang akar pohon yang melintang dijalan setapak.

 

Si anak pun menjerit “Aduh”! Suara jeritan si anak terdengar menggema dipegunungan yang sunyi dan senyap, hingga suara gema itu terdengar seakan-akan semakin keras meirukan suara si Anak “Aduh...!” si anak pun sangat terkejut.

 

Meskipun dalam kondisi terkejut rasa penasaran si anak memaksanya untuk kembali berteriak lagi, “”Hei, kamu?”” Dan jawaban sama pun  terdengar lagi “”Hei, kamu?”” Akhirnya si anak merasa kesal ada yang menirukan teriakannya. Lalu ia kembali berteiak “Dasar pengecut kau!” Kejadian serupa terjadi lagi suara balasannya terdengar dengan umpatan yang sama. Kemudian si anak akhirnya bertanya kepada ayahnya, “Ayah, apa yang sebenarnya terjadi barusan?”

 

Dengan penuh perhatian dan bijaksana, sang ayah senyum dan berkata, “Anakku, perhatikanlah ini” Ayah kemudian berteriak lantang, “”Saya mengaggumi kamu!”” suara gema menjawab, ““Saya mengaggumi kamu!”” Sang ayah kembali berteriak “”Kamu seorang juara!”” Dan suara itu kembali menjawab, ““Kamu seorang juara!””

 

Sang bocah masih tetap keharanan dia masih bingung dengan apa yang terjadi, suara siapa itu dan berasal darimana. Kemudian sang ayah menjelaskan, “Itu ada;ah Suara “Gema”, tahukah kamu suara Gema itu sesungguhnya ibarat “KEHIDUPAN”.

 

 “Kehidupan kita itu sebenarnya merupakan  refleksi atau cerminan atas semua apa yang kita ucapkan dalam hati dan pikiran dengan perilakumu dalam kehidupan, nak. Artinya kehidupan saat ini adalah hasil dari ucapan dan perilaku kita selama ini.”

 

“Bila kamu menginginkan dalam kehidupanmu penuh dengan cinta dan kasih sayang, maka peliharalah cinta dan kasih sayang dalam hati dan pikiranmu kemudian tunjukanlah dalam bentuk perbuatan yang didasari inta dan kasih sayang.”

 

“Kehidupan akan membalas kembali apapun yang kamu berikan pada orang lain dan lingkungan. Itulah arti suara Gema itu, bagi kita dalam kehidupan. Segala hal dalam hidup ini bukan sebuah ketidak sengajaaan, namun kehidupan kita dihasilkan oleh kita, kehidupan merupakan cerminan diri kita sesungguhnya” Ayah berpesan “Jika kehidupanmu ingin dipenuhi kebaikan , maka penuhilah kehidupan kamu dengan kebaikan dalam hati, pikiran dan perilakumu terhadap orang lain …”

 


Cerita Inspiratif - Batu, Kerikil Dan Pasir

Dalam sebuah kelas jurusan filsafat di Universitasku, profesor kami menunjukan dimejanya beberapa barang, yaitu ada satu buah toples  kosong, batu, kerikil, dan pasir. Saat itu para mahasiswa masih tampak hean dan bingung sekaligus juga sangat penasaran maksud dan tujuan Profesor memajang barang-barang itu dimejanya. Banyak dari para mahasiswa yang mencoba menebak-nebak demonstrasi apa yang akan di lakukan oleh Profesor.

 

Tanpa berbicara apapun, Profesor mulai memasukan sejumlah batu kecil ke dalam toples hingga akhirnya isi batu dalam toples mencapai bagian leher dari toples tersebut. Barulah Profesor mulai berbicara kepada para mahasiswa yang hadih dalam kelas dan mulai bertanya “apakah kalian semua setuju jika toples benar-benar sudah terisi penuh?. Para mahasiswa sepakat menjawab bahwa toples sudah penuh.

 

Profesor kemudian kembali mengambil sejumlah kerikil dari mejanya dan kembali mulai memasukannya kedalam toples yang sudah terisi penuh oleh batu-batuan tadi. Akhirnya batu kerikil kecil menemukan jalannya untuk mengisi beberapa celah yang ada diantara batu didalam toples. Dengan sedikit-sedikit dicoba diguncang toples itu oleh Profesor hingga kerikil masih bisa muat masuk kedalam celah-celah batu yang masih tersisa dibagian bawah toples tersebut.

 

Propesor bertanya lagi kepada para mahasiswa apakah toples sudah penuh, dan mahasiswa kembali menjawab sudah penuh.

 

Para mahasiswa sudah mulai paham apa yang selanjutnya profesor akan lakukan yaitu memasukan pasir untuk dimasukan kembali kedalam toples, tapi para mahasiswa masih belum paham akan maksud dan tujuan Profesor melakukan demonstrasi tersebut. Profesor mulai mengambil dan memasukan pasir ke dalam toples.

 

Sesuai dugaan para mahasiswa bahwa pasir tersebut akan mengisi celah-celah tersisa diantara batu dan kerikil hingga benar – benar tidak ada lagi celah yang tersisa. Profesor kembali bertanya pada para mahasiswanya untuk terakhir kalinya, apakah toples sudah penuh, dan jawaban para mahasiswanya dengan lantang menjawab: “YA”.

 

Profesor lalu mulai menjelaskan mengenai apa yang baru didemonstrasikan, apa maksud dan tujuannya. Sebuah toples itu ibarat  kehidupan saat ini. Kemudian ia menganalogikan  batu sebagai sesuatu hal yang sangat penting dalam hidup ini, seperti: Tuhan, Keluarga, Kesehatan, Orang tua, anak-anak, dan segalanya didunia ini yang membuat hidup menjadi lebih lengkap.

 

Dia kemudian menganalogikan kerikil sebagai segala sesuatu didunia ini yang membuat hidup menjadi lebih nyaman seperti rumah, mobil, pekerjaan, pakaian dan segala aksesorisnya.

 

Dan terakhir, ia menganalogikan pasir sebagai segala sesuatu hal didunia ini yang kecil dan tidak penting.

 

Profesor itu menyampaikan kepada mahasiswa bahwa jika kita diawal mengisi toples dengan pasir akan beakibat tidak akan lagi ada ruang yang cukup untuk memasukan batu dan kerikil didalam toples.

 

Begitulah kita dalam hidup ini, jika kita mengisi kehidupan kita dengan mendahulukan hal-hal yang kecil dan tidaklah penting maka kehidupan kita akan menjadi kacau, karena kita tidak lagi memiliki ruang dalam kehidupan kita untuk segala sesuatu yang paling penting dan paling berharga seperti Tuhan, keluarga, pasangan, anak dan orang tua kita. Kita sudah tidak memiliki waktu untuk mereka

 

Pesan Moral : Jadikanlah prioritas utama dalam kehidupan kita Tuhan, Keluarga, Pasangan dan anak-anak kita, karena itu merupakan sumber kebahagian kita hidup didunia. Dengan mendahulukan hal yang paling penting diatas, kita akan bahagia, dan kita masih akan bisa mengisi kehidupan kita dengan hal-hal lainnya seperti yang dianalogikan kerikil dan pasir diatas. Susunlah prioritas dalam hidup kamu seperti analogi batu, kerikil dan pasir. Maka kehidupanmu akan bahagia.

 


Cerita inspiratif – Lompatan Belalang

Diceritakan ada seekor belalang yang hidup lama didalam sebuah kotak yang dijadikan sebagai kkamung. Hingga akhirnya dia bisa terbebas dari kkamungnya temat dia dikurung sangat lama. Si belalang sangat bahagia karena sudah bebas, dia merayakan kebebasannya dengan cara melompat-lompat.

 

Hingga suatu ketika ditengah jalan ia bertemu dengan belalang lainnya. Ketika ia perhatikan semua belalang yang dia temui dalam perjalanan mampu melompat sangat tinggi, dibandingkan dirinya. Dengan penasaran ia menghampiri salah satu belalang itu, dan bertanya kepada , “Bolehkah kutahu kenapa kamu dapat melompat sangat tinggi dan  jauh, padahal kalau aku lihat bentuk tubuh kita sama dan usia kita juga kurasa tidak terlalu jauh berbeda?”

 

Si Belalang yang baru ditemuinya itu lalu bertanya balik, “Bolehkah kutahu dimanakah kamu selama ini hidup dan menetap? Semestinya semua belalang yang hidup dialam liar mampu melompat sangat tinggi dan jauh. Ketika itulah si belalang baru menyadari bahwa penyebab dirinya tidak mampu melompat setinggi dan sejauh belalang lainnya, karena dia terlalu lama hidup didalam kotak kkamungnya.

 

Pesan moralnya : Seringkali sebagai manusia kita secara tidak disadari  mengalami hal yang serupa dengan apa yang dialami oleh belalang yang hidup didalam kkamungnya. Dimana kondisi lingkungan yang tidak baik, berupa trauma, cemoohan, kegagalan demi kegagalan yang dialami, perkataan negatif orang lain maupun diri sendiri, mengakibatkan diri kita tertekan, membelenggu potensi diri kita untuk menjadi lebih baik.

 

Kondisi lingkungan yang buruk membuat kepercayaan diri kita merosot jauh, seperti halnya kkamung yang mengurung diri kita, menyebabkan potensi dan kelebihan diri kita tidak terlatih dan berkembang. Kita hidup sebatas apa yang diucapkan orang lain.

 

Sangat lumrah jika kita lebih percaya dengan apa yang diucapkan orang lain ketika menilai diri kita, dan kita begitu percaya. Semesatinya kita introspeksi diri kita, akan kekurangan diri kemudian memperbaiki kekurangan tersebut dan melatihnya agar bisa menjadi lebih baik. Saat ini mulailah untuk mempercayai diri sendiri bahwa kita bisa menjadi yang terbaik dengan mempercayai diri sendiri, memperbaiki kelemahan dengan melatihnya. Stop mendengarkan perkataan negatif dari orang lain.

 

Awali dengan perkataan positif, ulangilah terus-menerus perkataan positif itu kepada diri sendiri. Gambarkan secara jelas apa yang ingin kamu capai, rasakan seolah-olah itu telah terwujud. Berhentilah hidup dalam batasan yang diciptakan oleh lingkungan, keluarlah dari kkamung!

 

Kita sangat beruntung karena telah dianugerahkan oleh Tuhan karakter untuk selalu berusaha dan tidak ernah menyerah meskipun kita terjatuh berkali-kali, kita akan bangkit karena kemampuan dasar kita adalah berdiri, kemudian berjalan dan berlari. Karenanya kita harus selalu berusaha bangkit dan berusaha menjadi yang terbaik, mencapai apapun yang menjadi keinginan kita. Karena segala rasa sakit, lelah, akan terbayar semuanya jika kita sudah mencapainya.

 

Maka mulailah dengan menggambarkan hasil akhir yang ingin diraih dalam pikiran dan rasakalah dalam hati. Dan katakanlah kepada dirimu sendiri setiap hari “Saya akan mewujudkannya apapun yang terjadi”

 

Kehidupan kamu akan menjadi lebih dan lebih baik jika hidup dengan cara yang kamu pilih. Bukan hidup dengan cara yang seperti orang lain ucapkan kepada kamu …

 

cerita inspirasi

Cerita inspirasi


Cerita Inspirasi – Sebuah Catatan Rasa Menyesal

Diceritakan ada seorang anak laki-laki miskin yang berjualan door to door untuk membiayai pendidikannya. Pada suatu hari, karena merasakan lapar yang amat sangat namun masih belum memiliki uang untuk membeli makanan, maka dengan sangat terpaksa diapun memberanikan diri, untuk meminta makanan dirumah berikutnya yang akan dia kunjungi.

 

Setelah pintu diketuk munculah wanita muda dan cantik membukakan pintu, seketika si anak takut untuk mengutarakan maksud dan tujuan yang sudah direncanakan sebelumnya. Hingga akhirnya dia membeanikan diri untuk meminta segelas air saja, ia sangat takut untuk meminta makanan. Akhirnya wanita tersebut masuk kedalam rumah dan kembali membawa segelas susu, kemudian diberikannya kepada si anak lalu dia segera meminumnya hingga habis seketika.

 

Si anak kemudian berkata kepada wanita yang telah memberinya segelas susu, berapa dia berhutang atas minuman segelas susu yang telah habis diminumnya. Wanita tadi berkata bahwa ia tidak berharap imbalan dari si anak tadi karena sudah memberikannya minum segelas susu, ia diajari demikian oleh Ibunya untuk tidak pernah meinta imbalan atas sebuah kebaikan yang telah dilakukannya. Sambil tersenyum wanita tadi kembali masuk kedalam rumahnya.

 

Kini si anak sudah merasa cukup kenyang dengan segelas minuman susu yang didapatnya. Ia meninggalkan rumah wanita baik hati itu, dengan perasaaan senang. Si anak pun kemudian melanjuntukan hidupnya, bekerja keas dan belajar dengan semangat dan rajin untuk menggapai cita-citanya.

 

Namun dikala dia mulai merasa lelah dan kehilangan semangatnya, dia teringat kebaikan wanita yang telah memberinya segelas susu. Hingga dia kembali bersemangat karena, wanita itu telah mengajarkan sesuatu yang berharga. Sehingga si anak memiliki prinsip dan keyakinan baru untuk terus bekerja keras dan belajar.

 

Hingga akhirnya 20 tahun kemudian, disuatu rumah sakit di sebuah kota besar, ada seorang dokter ahli bedah yang memiliki reputasi, ia bernama Dr. Howard Kelly menerima seorang pasien yang ingin  berkonsultasi.

 

Pasiennya adalah seorang wanita paruh baya yang sedang mengidap penyakit langka. Setelah melakukan pembicaraan kecil dengan pasiennya, dokter Kelly menanyakan nama dan darimana pasiennya itu berasal, dari situlah dokter Kelly mulai sadar bahwa wanita dihadapannya adalah wanita baik hati yang pernah memberinya segelas susu.

 

Setelah melakukan diagnosa kepada pasien wanita itu, lalu dokter melanjuntukan dengan menyediakan perawatan yang sebaik-baiknya dan resep untuk wanita tersebut. Dokter Kelly memastikan bahwa wanita itu mendapatkan pelayanan dan perawatan terbaik yang bisa dia lakukan. Dia ingin berusaha mengobati wanita tersebut agar bisa kembali sehat.

 

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa waktu, akhirnya wanita itu sudah diizinkan untuk kembali kerumah karena kondisinya sudah mulai pulih.

 

Ketika menerima tagihan biaya perawatan Rumah sakit, wanita itu merasa sangat khawatir bahwa biayanya akan sangat besar sekali. Mengingat penyakit serius yang dideritanya dan memang cukup lama proses perawatan selama dirumah sakitnya. Namun, dia merasa terkejut bahwa dalam surat tagihan yang diterimanya dengan jumlah tagihan yang sangat besar sekali, terdapat stempel bahwa tagihan sudah dibayar. Kemudian ada catatan kecil dikertas tagihan.

 

dr. Kelly menulis catatan kecil  : “Sudah dibayar lunas dengan segelas susu”.

 

Pesan Moral : Jangan pernah berhenti untuk melakukan kebaikan kepada orang lain, sekecil apapun. Karena boleh jadi kebaikan kecil yang kita lakukan kepada orang lain , tapi sangat berarti bagi orang lain. Dan yakinlah, setiap kesulitan dalam hidup akan ada kemudahan mengikutinya. Meskipun tidak berharap imbalan, tapi begitulah balasan atas kebaikan di masa lalu yang pernah kamu lakukan.

 


Cerita inspiratif – Jalan Menuju Kesuksesan

Ada sorang murid yang bertanya pada gurunya. “Guru, apakah engkau bisa membantuku menunjukkan jalan menuju kesuksesan ?”

 

Setelah terdiam beberapa saat tanpa bekata apapun, guru tersebut menunjuk ke sebuah jalan. Bergegaslah murid itu berlari menyusuri jalan yang tadi sudah ditunjukkan gurunya tanpa pikir panjang lagi.

 

Setelah tiba ditempat yang ditunjukan gurunya,  tiba-tiba ia kaget dan berseru, “Hah! Ini kan jalan buntu!” Benar saja ternyata, di hadapannya ada sebuah tembok yang tinggi yang menutupi jalan. Ia diam dan kebingungan, sambil bergumam “apakah saya salah memahami maksud  guru?.”

 

Akhirnya dengan tepaksa ia kembali berbalik menemui gurunya, dan  bertanya kembali, “Guru, sekbenarnya manakah jalan yang betul menuju sukses.”

 

Gurunya tetap saja menunjukan ke arah yang sama dengan sebelumnya. Muridnya kembali berjalan menuju ke arah yang sama dengan sebelumnya. Seperti yang terjadi tadi, tetap saja yang ditemukan murid tadi hanyalah tembok tinggi. Ia mulai merasa kesal dan berpikir, kalau dirinya sedang dikerjai oleh gurunya. Dengan rasa kesal murid itu pergi kembali menemui gurunya.

 

Dengan perasaan kesal dan marah murid berkata gurunya “Guru, jangan permainkan aku, apa benar engkau menunjukan jalan yang benar? Aku hanya menemukan jalan buntu. Sudah dua kali aku bertanya kepadamu untuk ditunjukan jalan menuju sukses, bicaralah guru?

 

Akhirnya Guru nya pun berbicara, “Jalan menuju sukses ada dibalik tembok itu” Siapa yang mengatakan bahwa tembok tujuan akhirnya?

 

Pesan Moral : Fokus pada tujuan hidup, jika masih belum tercapai tetaplah berusaha dan berjuang. Jika ada halangan janganlah fokus pada halangan, karena akan membuat kita berhenti mencapai tujuan.

 

 

Cerita inspiratif – Air Pahit

Diceritakan seorang tua yang bijak didatangi seorang pemuda yang sedang mengalami masalah dalam hidupnya. Dia mendatangi orang tua bijak itu untuk mendapatkan nasehat dan solusi agar bisa menyelesaikan masalah yang dirasakannya sangat berat.

 

Setelah pemuda itu menyampaikan secara gamblang seluruh permasalahan yang dihadapinya. Sementara orang tua bijak hanya mendengarkan dengan penuh perhatian sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Beberapa saat kemudian orang tua itu mengambil sebungkus serbuk dan menuangkannya kedalam telapak tangan dan menggenggamnya.Lalu memerintahkan pemuda itu untuk mengambil segelas air.

 

Pak tua kemudian menaburkan serbuk dalam genggamannya kedalam gelas lalu diaduknya hingga rata. ”Cobalah kamu minum ini air ini! katakan bagaimana rasa minumannya?” pak tua bertanya.

 

Sambil memjamkan mata pemuda berkata “Pahit sekali…..”

 

Sambil tersenyum orang tua mengajak pemuda  berjalan menuju sebuah danau di belakang rumah, dengan berjalan berdampingan, mereka telah sampai di tepi danau yang luas dan tenang itu.

 

Setelah itu  orang tua itu mulai menaburkan segenggam serbuk pahit tadi ke dalam danau itu dan mulai mengaduknya, “Kamu ambillah segelas air danau itu dan minumlah”

 

Pemuda itu mulai meminumnya hingga habis, kemudian orang tua itu kembali bertanya,

 

“Bagaimana rasanya hai anak muda…?”

Dengan wajah sumringah pemuda itu berkata “segar sekali.....”

” Apakah kamu merasa air danau itu pahit?” Tanya orang tua itu

” Tidak sama sekali….” pemuda itu menjawab.

 

Sambil tertawa orang tua bijak itu berkata

“Anak muda… Dengarkanlah baik-baik apa yang aku sampaikan, pengalaman pahit kehidupan itu layaknya serbuk pahit yang tadi aku masukan kedalam air. Tingkat kepahitan yang kamu rasakan tergantung dari wadah airnya.

 

Ketika kita merasakan pahitnya kehidupan seperti kegagalan, kesedihan, masalah apapaun yang membuat hidupmu susah kamu bisa melakukan satu hal yaitu, perluas dan perbesar kapasitas hati kamu untuk menampung semua kepahitan dalam hidup. Karena kepahitan hidup akan selalu menghampiri dan tidak akan bisa kita hindari. Ibaratkanlah hatimu adalah wadah itu.

 

Jangan pernah engkau jadikan hatimu seperti gelas itu, tapi jadikanlah hatimu seluas danau, dan jadikanlah hatimu untuk bisa merubah setiap kepahitan hidup menjadi suatu kesegaran dan kedamaian dalam hidup.

 

Cerita inspiratif – Seekor Kura-Kura

Diceritakan ada seorang nenek dan cucunya yang menemukan seekor kura-kura, saat mereka sedang bejalan-jalan dipinggiran sebuah desa. Karena rasa penasaran anak itu mendekati kura-kura tersebut dan memegang tempurungnya. Seketika kura-kura itu memasukan kaki-kai dan kepalanya masuk kedalam tempurung.

 

Si anak dengan rasa penasaran mencoba mencoba membuka tempurung kura-kura itu menggunakan kedua tangannya. “Jika caranya begitu kamu tidak akan bisa membukanya Nak!” Neneknya berkata. “Kemari akau akan mengajari kamu caranya”

 

 

 

Akhirnya kura-kura yang mereka temukan itu dibawa pulang oleh si Nenek dan cucunya. Setelah sampai dirumah, Sang nenek mulai menunjukan caranya sesuai janjinya kepada cucunya.

 

Kura-kura itu diambilnya dan diletakan dekat perapian. Tidak perlu lama, seketika itu kura-kura mulai mengeluarkan kepalanya dan kaki-kainya dengan pelan-pelan. Kura-kura itu mulai berjalan menghampiri si anak.

 

Nenek itu kembali berkata kepada cucunya “Nak, engkau jangan pernah memaksa orang lain dalam segala hal!, Berilah waktu, keramahan, kesabaran dan kehangatan dalam mempelakukan orang lain maka ia akan luluh hatinya.”

 

Pesan moral: Jika diri kamu merasa mulai dijauhi oleh orang lain, misanya dijauhi pasanganmu, teman-temanmu, dll ingat nasehat diatas untuk memberi waktu, keramahan, kesabaran dan kehangatan dalam mempelakukan mereka.

 

cerita dongeng

Cerita dongeng



Cerita inspiratif – Rusa Yang Tahu Balas Budi

Didalam sebuah hutan ada sebuah rumah kecil disamping anak sungai yang airnya bening dan dikelilingi pepohonan nan sejuk dan indah. Suasan

 teas sangat damai dan tentram. Saat itu hari cerah dan matahari bersinar dengan terangnya dan terlihat awan-awan biru.

 

Dipekarangan rumah ada seorang anak kecil yang sedang bermain, namun tiba-tiba datanglah seekor rusa yang berlari masuk kedalam pekarangan rumah. Tiba-tiba rusa itumenggeakkan tanduknya dan mengaitkan kebaju si anak, sehingga sia anak sangat ketakutan dan mulai berteriak dan menangis. Bergegas Ibunya menghampiri anaknya dengan setengah berlari, dari dalam rumah. Ibunya melihat rusa itu belari cepat menuju ke arah gunung yang berada di samping rumah dan membawa pergi anaknya.

 

Si Ibu berteriak dan mengejar rusa itu. Ia terus berlari mengejar rusa itu, hingga setelah beberapa saat, Ibu menemukan anaknya tengah duduk disebuah lapangan rumput dan dalam keadaan baik-baik saja. Ketika si anak melihat ibunya datang, ia telihat sangat bahagia dan menjulurkan tangannya meminta digendong Ibunya. Si Ibu mengangis bahagia karena mendapati anaknya selamat

 

Dengan bergegas Ibu menggendong anaknya kembali kerumah mereka. Ketika tiba di rumah Ibu dan anaknya sangat kaget dan takut luar biasa, ternyata rumah mereka sudah rata dengan tanah ditimpa sebuah pohon besar yang tumbuh dibelakang rumah itu. Rupanya pohon itu tumbang saat si Ibu tengah berlari mengejar rusa tadi.

 

Seluruh rumah dalam kondisi hancur tak bersisa, tidak dapat diabayangkan apa yang terjadi jika Ibu dan anak itu masih berada dirumah saat pohon tumbang. Semua Ayam dan anjing peliharaan  mereka mati.

 

Setelah mereka duduk terpaku menatap rumah mereka yang telah hancur, si Ibu ingat akan sebuah kejadian setahun yang lalu, pada saat itu ada seekor rusa yang tiba-tiba masuk kedalam rumah, rupanya rusa itu melarikan diri dari kejaran pemburu liar.

 

Saat itu ia merasa iba melihat rusa ketakutan, ia lalu menyembunyikan rusa itu dengan cara menutupi rusa itu dengan beberapa selimut. Saat para pemburu tiba dirumah si Ibu, ia mengira rusa melarikan diri melalui pintu belakang rumah. Saat itu juga pemburu itu meninggalkan rumah dan kembali kedalam hutan.

 

Setelah beberapa lama dan memastikan pemburu sudah tidak ada, si Ibu mulai membuka selimut yang tadi digunakan untuk  menutupi rusa tersebut. Rusa setelah mengetahui dirinya aman, ia mulai pergi menuju hutan.

 

Saat keluar dari rumah dan mulai meninggalkan rumah, rusa itu selalu menoleh kebelakang seakan-akan enggan pergi. Rupanya Rusa tersebut mengerti bahwa ia telah diselamatkan.

 

Mengingat kejadian itu si Ibu yakin, bahwa rusa itu masih mengingat kebaikannya menyelamatkan rusa setahun yang lalu. Entah bagaimana rupanya Rusa itu mengetahui melalui instingnya bahwa pohon besar, akan tumbang dan menimpa rumah, ia datang hendak menyelamatkan mereka.

 

Ibu itu lalu bergumam setelah mengingat kejadian tersebut, “Rupanya kebaikan kita untuk menyelamatkan sesama makhluk hidup itu sama juga menyelamatkan diri sendiri”.

 


Cerita Inspiratif – Lima Menit Lagi

Ada seorang nenek yang duduk bersebelahan dengan seorang pria disebuah taman. Rupanya mereka sedang mengawasi anak dan cucu mereka masing-masing.

 

Si nenek memulai pembicaraan “Lihatlah cucuku itu yang memakai baju kuning yang sedang bermain ayunan, itu adalah cucuku”.

 

Pria disampingnya menjawab “cantik sekali cucu engkau nenek! Kalau anakku itu, anak laki-laki yang sedang bermain pasir memakai jaket warna coklat” ujar pria itu.

 

Sambil memegang jam tangannya, pria itu memanggil anaknya dan mengajaknya untuk pulang.

“Ayah, lima menit lagi ya. Aku masih ingin bermain,” si anak berkata sambil memelas.

“Baiklah, lima menit lagi ya” si ayah menjawabnya.

 

Anaknya kembali bermain pasir dengan wajah gembira. Setelah lima menit berlalu kemudian, pria itu mulai berdiri dan kembali memanggil anaknya, “Nak, pulang yuk, sudah lima menit ini”

 

Si anak rupanya masih belum puas bermain dan kembali memohon, “ah Ayah, tolong lima menit lagi ya. lima menit saja boleh ya?”

 

Pria itu hanya menggangguk dan kembali duduk disamping nenek tadi.

 

“kamu rupanya seorang ayah yang cukup sabar ya,” si nenek berkata.

 

Pria itupun menoleh dan terseyum kecil, kemudian mulai bercerita “Anak sulung saya mengalami kecelakaan dan tewas oleh karena ada sopir yang mengemudi ugal-ugalan kehilangan kendali dan menabrak anaknya saat sedang bermain di taman ini.”

 

“Aku sangat menyesal tidak pernah memiliki cukup waktu menemaninya bermain hingga puas. Karenanya sejak saat itu, saya berjanji akan memberikan waktuku yang lebih banyak untuk anakku meskipun hanya meminta tambahan waktu untuk bermain lima menit saja.”

 

“Boleh jadi anaku yang meminta tambahan waktu bermain, namun sebenarnya akulah yang mendapatkan tambahan waktu untuk bisa menemaninya bermain, bersamanya menghabiskan waktu dan melihatnya bergembira.”

 

Pesan moral: Hidup bukan berlomba mengejar sesuatu. Hidup mengenai bagaimana kita memberikan proritas pada apa-apa yang paling penting dalam hidup ini. Prioritas yang utama yang kita miliki ssekarang. Yaitu menyediakan waktu lebih banyak untuk orang-orang yang kita sayangi, pasangan, orang tua, anak, keluarga, teman, dll. Maka kita tidak akan penah menyesal selamanya.

 


Cerita inspiratif – Cintai Semua Nyawa

Diceritakan ada seorang suami bernama Fan memiliki istri yang menderita sakit TBC menahun yang cukup parah dia dirawat oleh seorang suami yang baik, penyayang dan penyabar. Suatu hari suaminya bertanya kepada istrinya “Apakah kamu merasa lebih baik hari ini?”.

 

Ia tahu penyakit TBC yang diderita istrinya, merupakan penyakit yang tidak mudah untuk disembuhkan, namun dengan penuh kerelaan hati dan kesabaran suaminya terus menjaganya. Istrinya menjawab  “Terima….kasih..suamiku, atas…perhatianmu” walaupun dengan wajah pucat dan meringis kesakitan.

 

Suatu ketika Fan mengunjungi Tabib terbaik untuk mengobati istrinya. Setelah istrinya di periksa oleh Tabib, ia pun menunggu apa yang akan di sampaikan Tabib. Akhirnya Tabib pun berkata “Ada satu cara pengobatan, untuk penyakit parah yang diderita istrimu. Yaitu kamu harus menyediakan seratus kepala burung pipit, dan menjadikannya obat sesuai resep sebagai berikut, yaitu pada hari ke-3 dan ke-7 makanlah otak burung pipit tersebut. Resep peengobatan ini adalah resep ampuh yang sudah turun-temurun dari nenek moyang, dan tidak pernah gagal sekalipun. Tetapi ingat, wajib 100 ekor burung tidak boleh kurang atau lebih”

 

Fan sangat ingin ingin istrinya bisa sehat seperti sediakala, dengan penuh semangat dia pergi ke pasar burung dan membeli langsung seratus ekor burung pipit. Dibawanya 100 ekor Burung pipit, dalam sebuah keranjang besar. Mereka bersuara karena berdesak-desakan tidak mampu bergeak leuasa apalagi tebang dalam keranjang yang sempit itu. Sepertinya burung – burung itu tahu jika mereka akan dibunuh oleh pemilik barunya

 

Ketika sudah tiba dirumah sang istri betanya “Apa yang akan kamu lakukan pada semua burung-burung itu?”” Nyonya Fan bertanya.

 

“Aku akan mengikuti apa yang Tabib itu sarankan, aku menjadikan otak burung itu sebagai obat untukmu! Jangan kamu kuatir kamu pasti akan akan sembuh jika minum obat ini” suaminya penuh semangat menjawab.

 

“Tidak, tolong engkau jangan lakukan itu suamiku!” Sambil duduk disamping ranjangnya Nyonya Fan menjawab. “Kita ini jangan pernah mengambil seratus nyawa makhluk hanya untuk menyelamatkan satu nyawa! Saya merasa lebih baik mati saja daripada harus membiarkanmu membunuh semua burung–burung pipit yang tidak bersalah itu hanya untuk menyembuhkanku!”

 

Mendengar istrinya bekata seperti itu Fan menjadi sedih dan bingung tidak tahu lagi apa yang mesti dilakukannya, disatu sisi dia ingin istrinya sembuh, tapi disisi lain dia tidak mau mengecewakan membantah permintaan istrinya.

 

Istrinya kembali berkata “Suamiku Jika engkau sangat mencintaiku, lakukanlah apa yang aku minta. Lepaskan seluruh burung itu, biarkan mereka semua hidup bebas. Jikapun aku harus mati, maka aku akan mati dengan perasaan senang dan bahagia jika engkau melakukannya, saya tidak akan menuntut apa-apa lagi darimu”

 

Akhirnya demi menyenangkan hati istrinya Fan membawa keanjang burung itu menuju ke hutan terdekat untuk melepaskan semua burung-burung yang sudah dibelinya.

 

Fan melepaskan semua burung-burung itu, namun setelah semua burung itu dilepaskannya, kini hatinya merasa tenang tidak seperti sebelumnya yang masih merasa bingung dan sedih. Mungkin perasaan itu timbul karena dia senang memperhatikan betapa burung-burung itu bahagia karena sudah bebas.

 

Setelah peristiwa dilepasnya semua burung itu, beberapa hari setelahnya Istri Fan secara mengejuntukan dapat bediri dan beranjak dari tempat tidurnya lagi, padahal sebelumnya untuk bisa bangun dia harus minum obat, itupun kadang bisa bediri kadang tidak bisa, tergantung kondisi tubuhnya.

 

Semua teman, keluarga dan saudaranya berdatangan menjenguknya untuk menyemangatinya, mereka melihat tanda-tanda kesembuhan padanya. Semuanya merasa sangat bahagia.

 

Hingga setahun berikutnya, keluarga Fan dikaruniai seorang bayi laki-laki yang lucu, gemuk dan sehat sehat, uniknya ditangan bayi ada tanda lahir berbentuk mirip bentuk burung pipit, mungkim itu pertanda dari Tuhan akan kebaikan dan kebijaksanaan Fan dan istrinya, bahwa hari ini aku balas kebaikan kalian karena telah menyayangi makhluk ku.

 

(Sumbe cerita dari buku “Mencintai Kehidupan”)

 


Cerita inspiratif – Cincin Ajaib

Diceritakan ada Bapak yang sudah tua memiliki 3 orang putra. Bapak ini memiliki sebuah cincin yang dia anggap ajaib karena dia merasa sejak memiliki cincin ajaib ini, dia merasa jadi lebih beruntung dan sukes.

 

Dia memiliki niat untuk mewariskan cinci tersebut kepada anaknya, karena dia meiliki 2 orang anak dia menjadi bingung bagaimana cara agar dia tidak membuat 2 orang anaknya menjadi iri dengan yang lain. Akhirnya dia memutuskan untuk membuat 2 cincin lagi yang mirip dengan cincin ajaibnya.

 

Setelah ketiga cincin dipegangnya dia kemudian memanggil ketiga anaknya. Kemudian dia berkata, “Anak-anakku, cincin-cincin ini sama ajaibnya, cincin yang membawa kesuksesan dan keberuntungan bagi siapa yang memakainya”.

 

Setela Bapak mereka meninggal akhirnya ketiga anaknya mulai menyadari bahwa hanya satu cincin yang benar-benar asli milik Bapaknya dan mereka percayai cincin tersebut ajaib.

 

Akhirya ketiga anak itu memutuskan untuk meminta seorang Hakin yang mereka percayai sebagai orang yang bijaksana untuk memutuskan mana sebenarnya cincin yang ajaib milik Bapak mereka yang asli dan membuktikannya serta meminta untuk diberikan jalan keluar yang terbaik untuk mereka bertiga.

 

Sang Hakim tertegun dan berpikir keras, setelah beberapa lama terdiam hakim bijaksana itu kemudian berkata: “Aku hanya tahu satu cara untuk memastikan mana sebenarnya cincin yang asli milik Bapak kalian, gunakanlah cincin yang sudah diberikan Bapak kalian. Kemudian butktikan keajaiban cincin itu dengan cari kalian masing-masing harus berkerja dengan rajin dan tekun hingga ada salah seorang dari kalian berhasil dan sukses.”

 

Karena ketiganya sangat ingin dapat membuktikan keajaiban cincin yang dipakai masing-masing itu dan benar-benar adalah cincin yang asli, akhirnya ketiganya bertekad untuk membuktikan cincin merekalah yang asli & ajaib

.

Mereka bekerja keras dengan tekun berusaha  untuk membuktikan pada dirinya sendiri bahwa keberhasilan & keberuntungan dikarenakan cincin ajaib asli.

 

Tahun demi tahun telah berlalu, akhirnya ketiga anak itu telah menjadi sukes. Ketiganya mulai menyadari dan paham jika kesuksesan mereka dan keberuntungan yang sudah mereka capai adalah bukan karena cincin ajaib pemberian Bapaknya. Tapi dikarenakan atas usaha mereka masing-masing.

 

Pesan moral: Kesuksesan bukan karena segala hal diluar diri kita, seperti orang lain atau karena benda seperti cincin, pakaian, dll. Tapi kesuksesan dan keberhasilan ditentukan kerja keras, bersyukur dan berdoa.

 

 

Cerita inspiratif – Raja dan Laba-Laba

Pada zaman dahulu Diceritakan ada seorang raja di negeri Skotlandia. Raja tersebut bernama Bruce. Saat itu Negeri Skotlandia di jajah oleh Inggris. Raja Bruce sudah enam kali melakukan pertempuran besama pasukannya untuk melawan penjajah Inggris. Dari enam kali pertempuran 6 kali pula Raja Bruce dan pasukannya dikalahkan Inggris.

 

Untuk menyelamatkan diri dan pasukannya, Raja Bruce besembunyi didalam hutan. Raja Bruce sendiri dia besembunyi didalam sebuah gubuk kecil yang sudah tua dan rusak didalam hutan.  Saat itu sedang hujan deras, Raja Bruce sendirian dalam gubuk dan terbangunkan dari tidurnya karena atap guk yang bocor mengenai wajahnya.

 

Sejenak dia terbangun dan menatap bagian atap yang bocor. Untuk beberapa lama dia merenungi nasib dirinya dan pasukannya yang selalu dikalahkan pasukan Inggris dalam 6 kali pertempuran. Padahal dia sudah berusaha dengan segala daya dan upaya untuk mengalahkan Inggris. Dia sempat beniat untuk mengakhiri perjuangannya dan menyerah.

 

Tiba-tiba pandangan kosongnya teralihkan oleh seekor laba-laba yang sedang membangun sarang diatas balok kayu. Raja Bruce terus melihat usaha yang dilakukan seekor lebah merajut sarangnya.

 

Hingga suatu momen dimana laba-laba gagal menyambung ujung benang ke balok kayu, tergantung si laba-laba dan kembali mencoba menyambungkannya, tetapi terjatuh lagi, berulang kali si laba-laba terjatuh menggantung tapi ia terus mencoba lagi, Raja Bruce menghitung sudah 6 kali laba-laba terjatuh menggantung.

 

Raja Bruce bergumam “Sungguh kasihan makhluk kecil ini. Seharusnya kau menyerah saja!”

 

Tidak disangka oleh Raja Bruce, meski sudah 6 kali gagal mengaitkan ujung benang untuk sarangnya ke balok, tapi tidak membuat laba-laba itu putus asa. Tetapi tetap berusaha dan mencoba untuk yang ke tujuh  kalinya, dan ternyata diluar dugaan Raja Bruce, ternyata si laba-laba  berhasil.

 

Melihat kejadian ini Raja Bruce menjadi lupa pada apa yang sudah dialaminya selama ini. Seakan-akan apa yang ditunjukan laba-laba itu sebagai sebuah petunjuk bagi dirinya untuk melanjutkan pertempuran. Dengan menarik nafas panjang Raja Bruce dengan lantang berteriak “Saya akan bertempur untuk yang ke 7 kali atau seterusnya hingga saya menang atau mati.”

 

 

Raja Bruce akhirnya berhasil mengalahkan Bangsa Inggris dan mengusirnya dari Negeri Skotlandia.

 

cerita fiksi

Cerita fiksi




Cerita inspiratif Terbaru – Cangkir Yang Indah

Ada sepasang kakek dan nenek sedang berbelanja di toko oleh-oleh, akesoris dan mainan, rupanya mereka sedang berbelanja oleh-oleh untuk dijadikan hadiah untuk cucu-cucu mereka. Setelah bebeapa lama mencari dan memilih akhirnya mereka tertarik dengan sebuah cangkir yang indah.

 

Si Nenek berkata “Lihat cangkir itu” sambil menengok ke Kakek yang berada disampingnya. Si Kakek pun melihatnya dan bekata “Ini adalah cangkir paling indah yang pernah kulihat”.

 

Kemudian mereka coba lebih mendekat untuk melihat cangkir lebih jelas. Saat mereka tepat didepan cangkir itu, tanpa diduga cangkir itu  berbicara, “Terima kasih sudah memujiku, sebenarnya dulunya aku sangat buruk. Sebelum menjadi cangkir, aku hanyalah tanah liat yang tidak berguna. Namun karena seorang pengrajin mengambilku dan kemudian dengan tangan kotornya melemparkanku diatas meja berputar.”

 

 “Aku diputar-putar, dipukul, ditekan, terus begitu berulang-ulang”. Meskipun aku meminta berhenti, tapi pengrajin itu tidak menghiraukan teriakanku. Hingga akhirnya aku dimasukkan ke dalam perapian dan dibakar berjam-jam.”

 

“Panas! Panas! Aku berteriak keras. Cukup! Cukup!” Aku terus berteriak. Tapi orang ini sama sekali tidak peduli seakan-akan tidak mendengarkanku!”

 

Setelah seharian dibakar diperapian, ia mengangkatku dan memindahkanku lalu aku dibiarkan begitu saja sampai dingin. Aku merasa lega dan berpikir penderitaanku sudah berakhir. Tapi, dugaanku salah, pengrajin itu menyerahkanku kepada seorang wanita yang mulai mewarnai aku. Pedih dan mual aku dibuatnya karena aroma cat. “Stop! Stop! Kembali aku berteriak.”

 

 

Ternyata sama saja wanita inipun tidak memperdulikanku. Kemudian aku diseahkan kepada pengrajin lagi, kembali aku dimasukan kedalam perapian untuk dibakar lagi, tapi kali ini kau merasa lebih panas dibandingkan dengan sebelumnya.

 

“Tolong! Hentikan penyiksaan ini”, aku menangis dengan sangat kuat. Tapi tidak ada satu orangpun yang peduli. Aku terus dibakar.

 

Setelah aku dibakar aku kemudian dipindahkan dan dibiarkan kembali hingga dingin. Setelah benar-benar dingin, aku diangkat dan dipindahkan kedalam sebuah lemari kaca didalamnya ada sebuah cermin.

 

Dari kaca terkejut aku melihat diriku yang baru. Sungguh berubah aku yang tadinya buruk hanya berupa seonngok tanah yang hitam tak berbentuk. Kini menjadi sebuah cangkir yang begitu indah, bening mengkilat dan berwarna-warni. Akupun seakan-akan meulupakan seluruh kesakitan dan penderitaan sebelumnya setelah dipukul, dibanting dan dibakar.

 

Pesan moral: Apa yang tejadi pada diri kita dalam hidup ini, diibaratkan Tuhan sedang membentuk diri kita. Tuhan sedang membentuk kita menjadi sesorang yang lebih baik, selama hidup didunia ini. Memang sungguh tidak mudah, ada rasa sakit dan penuh penderitaan. Tetapi inilah cara Tuhan agar kita menjadi makhluk dengan kepribadian yang indah yang memancarkan kemuliaan-Nya.

 

Anggaplah penderitaan demi penderitaan yang sedang dialami sebagai proses kita menjadi pribadi yang terbaik dan menghasilkan kekuatan baru. Biarkanlah kesabaran dan ketekunan itu menjadikan kamu yang baru yang merupakan versi terbaik dari diri kamu.

 

Proses memang sungguh menyakitkan. Tapi, percayalah, semua penderitaan itu akan kamu lupakan setelah mengetahui kamu menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

 

 

Cerita inspiratif – Bangun, Bergeraklah dan Menang

Suara letusan pistol, menandai sebuah pertandingan dimulai.  Hari ini pertandingan lari rintangan, dimana para kelinci memperebutkan Piala berupa wortel raksasa dan terlezat di negeri kelinci.

 

Little rabit ikut serta dalam pertandingan. Dia terlihat berlari dengan penuh semangat. Sesekali dia menengok ke arah penonton. Dia kagum dengan banyaknya penonton yang menyaksikan. Penonton ada yang memberikan semangat, ada yang mengejek, dan berusaha menjatuhkan semangat. Dalam hati little rabbit berkata ”Aku pasti menang”.

 

Tapi tiba-tiba little rabbit terjatuh: “Gubrakk..… apa ini ?” Oh..ternyata dia jatuh kedalam lubang jebakan yang cukup dalam. Tiba-tiba ada suara terdengar “Ayo, bangunlah kamu harus berlari” “ little rabbit berkata “Suara apa itu ?” ternyata itu adalah suara dari sahabatnya.” Terima, aku akan berlari lagi” . Diapun  mulai bangun, dan kembali berlari.

 

Setelah beberapa lama, gubrak.., dia jatuh lagi ke lubang lain yang ternyata lebih dalam dari yang sebelumnya. Dilihatnya peserta-peserta lomba yang lain telah meninggalkannya cukup jauh. “Apakah aku akan berhasil menyelesaikan pertandingan dan menang? Apakah semuanya akan sia-sia jika diteruskan?” “Ayo.. little rabbit, jangan menyeah dan berhenti karena lubang jebakan ini. Kamu harus menang !” Dia pun bangkit lagi dan kembali meneruskan perlombaan.

 

Tapi dia jatuh lagi untuk ketiga kalinya, dan saat ini, dia benar-benar merasa putus asa. Di mendengar penonton mulai mentertawakan dia. “Hah.ha..ha... dasar kelinci bodoh !” mereka berteriak. Dia akhirnya menangis dan menyalahkan dirinya sendiri, ”Tidak..aku tidak bisa lagi..aku telah kalah....oh mana sahabatku, apakah dia telah pergi meninggalkan aku, karena kebodohanku ?”.

 

Tiba-tiba, “little rabbit, aku masih di sini jagan kuatir!!. Ayolah cepat kamu bangun lagi, aku sudah menunggu memberimu selamat atas kemenanganmu. Kamu harus menang. Bangkitlah, dan terus maju,  menanglah. Jangan biarkan kamu tejebak lagi oleh rintangan jalan berlubang ini. Semua rintangan jebakan ini harus kamu lewati”

 

“Ya…kamu benar sobat. Inilah perlombaan. Masalah bukan pada lubang jebakan sebagai rintangan, tapi masalah utamanya ada pada diriku sendiri. Aku harus melaluinya. Terima kasih sobat.”

 

Sekarang little rabbit melangkah dengan sangat berhati-hati. Dan dia terus berlari sangat cepat sambil tetap waspada dengan jebakan dan rintangan lubang-lubang dijalan. Dia berlari… dan terus berlari.. begitu fokus dia pada tujuan, akhirnya dia mampu melewati peserta yang lainnya satu demi satu ..dan.. akhirnya.. dia pun berhasil sampai digaris finsih dan memenangkan pertandingan.

 

Sambil mengangkat piala wortel raksasa, dia berkata : “Hidup bagaikan  sebuah perlombaan, banyak sekali jebakan di dalamnya. Namun di saat kau jatuh, tak perduli sudah berapa kali kamu terjatuh, Kamu harus bisa terus bangkit, dan terus berlari, dan menangkan perlombaanmu.”

 

Cerita inspiratif – Anak Penjual Bunga

Di sebuah Mall tampak seorang anak kecil menawarkan bunga mawar kepada setiap orang yang lewat. Anak itu sudah biasa berjualan di tempat itu dari sejak siang hingga petang.

 

Suatu ketika saat aku melewati Mall, anak kecil Penjual bunga itu mendekatiku dan menawarkan bunganya ‘bunga mawar, Om? untuk istri atau pacar Om, murah Om lima ribu saja.’ anak menawarkan dengan ramah. Aku menolak dengan halus tawarannya karena sedang tergesa-gesa. Kulihat keranjangnya masih cukup banyak tersisa bunga ada sekitar dua puluh tangkai bunga mawar.

 

Pada sore hari aku pun melintas Mall itu lagi dan masih kulihat si anak kecil menawarkan bunganya kepada setiap orang yang lewat. Ia pun kembali menawarkan bunganya lagi kepadaku, sepertinya dia lupa pernah menawarkan bunga kepadaku. Kulihat bunga mawarnya tersisa 15 tangkai bunga mawar.

 

Sebenarnya aku meraesa iba kepadanya, masih kecil tapi harus mencari nafkah berjualan dari siang hingga malam. Tapi karena aku masih sibuk dengan urusan yang banyak dan memang sebenarnya tidak membutuhkan bunga, jadi aku tetap menolak dengan halus lalu kuberikan anak itu selembar uang 10 ribu.

 

Tanpa kuduga setelah anak itu menerima uangku, ia lalu memberikannya pada seorang pengemis di dekatnya. Aku bertanya kepadanya, ‘Kenapa uangnya dikasihkan ke pengemis? Anak itu menjawab dengan mantap, ‘Saya ke sini karena disuruh ibuku untuk berjualan, bukan untuk meminta-minta. Kalau yang berniat minta-minta pengemis itu Om, Om salah kasih.’

 


Cerita inspiratif Pendek – Batu Besar

Diceritakan pada zaman dulu, ada Raja yang senang berkeliling ke seluruh penjuru wilayah kerajaannya untuk mengamati rakyatnya. Pada suatu hari, ia memutuskan untuk menempatkan batu besar disebuah  persimpangan jalan kemudian bersembunyi di dalam semak-semak untuk mengamati.

 

Setelah beberapa saat munculah dua orang pedagang dengan mengendarai kereta kuda. Melihat ada batu besar menghalangi jalan yang akan dilewati, mereka kesal dan mengumpat dan memutuskan untuk kembali untuk mencari jalan lain. ‘Gimana ini raja? Ada batu besar menghalangi jalan malah dibiarkan saja’ salah satu pedagang berkata dengan kesal.

 

Tak lama berselang setelah pedagang yang pertama lewat, muncul seorang petani memikul sayur mayur hasil panen. Ketika melihat batu besar menghalangi jalan, ia memutuskan untuk menaruh sayurannya  dan mulai mencoba memindahkan batu itu dengan mendorongnya.

 

Setelah dicoba akhirnya dengan digeser sedikit demi sedikit, batu besar itu bisa dipindahkan dari jalan. Petani itu kemudian kembali melanjutkan perjalannya dengan memikul sayurannya.

 

Ketika sampai dirumah ia mendapati ada sekantung koin emas dan  sebuah catatan dari Raja, ‘Kuberikan emas ini sebagai imbalan karena sudah memindahkan batu besar.’

 


Cerita Inspiratif – Buah Pisang Yang Hilang

Pada suatu hari buah pisang yang siap panen di kebun kami hilang dicuri. Yang tersisa hanyalah bekas-bekas berupa cacahan yang berserakan disekitar pohon pisang. Yang mebuat kami kesal setelah milik kami dicuri, kebun kami dibiarkan kotor dengan sampai seakan  akan disengaja untuk mengejek kami sebagai pemiliki kebun. Ketika kami membesihkan kebun perasaan kami begitu kesal bercampur sedih.

 

Apa yang membuat kami begitu sedih, adalah karena selama ini yang menjaga dan merawat kebun adalah Bapak kami. Meskipun kebun kecil tidak seberapa tapi kami senang meilhat Bapak begitu antusias ketika merawat kebun.

 

Hal itu terlihat ketika Bapak selalu mengabari kami perkembangan pohon pisang yang dirawatnya, mulai dari menanam bibitnya, tumbuh mulai besar, berbunga dan mulai keluar bonggol jantungnya. Saat-saat itu jelas membahagiakan hatinya.

 

Kami bisa melihat dari ekpresinya setiap memberikan kabar setiap detail yang terjadi dikebun yang dirawatnya. Bapak bilang ”Pisang di kebun sudah mulai ada hasilnya”.

 

Setiap kami berbincang dengan Bapak tak lepas dari membicarakan pohon pisang dan segala hal yang tejadi di kebun. Bapak berkata kepadaku ”Pohon pisang sudah ada buahnya Nak, sekali-kali kamu harus mampi kekbun dan melihatnya sendiri” Bapak berkata.

 

Saya hanya bisa mengiyakan dan ikut bergembira saja menanggapi pembicaraan dengan Bapak. Mungkin karena aku telalu fokus dan sibuk dengan pekerjaan yang belum selesai dan rencana-rencana yang belum terselesaikan. Sebenarnya membcarakan kebun bukan minat saya, tapi karena Bapak yang memulai saya harus terlihat antusias dengan niat ingin menyenangkan hati Bapak.

 

Setiap hari topik pisang selalu jadi pembicaraan utama Bapak. Hingga seuatu hari bia memberitahuku bahwa pisangnya sudah cukup besar dan sebentar lagi siap dipanen. Bapak mengajakku untk melihat langsung kekebun jika libur.

 

Demi menyenangkan hati Bapak dan juga karena rasa penasaran. Akhirnya saya memutuskan untuk datang kekebun, untung jaraknya dekat dengan rumah. Saya putuskan untuk mengajak istri dan anak-anak. Ramai-ramai kami bergegas menuju kebun.

 

Apa daya harapan melihat pohon pisang yang siap panen, sirna karena dicuri. Kami lihat Bapak sangat sedih dan kecewa. Saya sangat mengerti kekecewaan Bapak, karena aku melihat sendiri perjuangan dan pengorbanan Bapak merawat pohon pisang.

 

Kami hanya mencoba mengambil hikmah dan mencoba menyemangati satu sama lain. Pelajaran dari keadaan nyata sering kita jumpai, hanya karena takut dicuri, ada pagar-pagar yang dibiarkan kosong, padahal ia bisa bermanfaat jika dirembeti tanaman anggur. Karena khawatir dengan pencuri, ada orang yang memutuskan untuk menebang pohon buah miliknya, karena kecewa pohonnya selalu dicuri atau dirusak.

 

Mereka seakan-akan berkata daripada tidak menghasilkan sama sekali dan dicuri orang lebih bak tidak usaha menanam. Dari pada kita akhirnya merasa kecewa, lebih baik semua tidak merasakan hasilnya, baik pemilik atau pencurinya. Begitulah efek dari dendam yang diakibatkan oleh kekecewaan ini, sehingga seseorang memutuskan untuk tidak menanam sama sekali, dan paling parahnya; lebih baik sama-sama tidak makan!

 

Saya dan Bapak saya sepakat untuk saling menyemangati, ayo kita tanam lagi pohon pisangnya, meskipun nanti pada akhirnya ada kemungkinan untuk dicuri lagi. Karena menurut kami, jika seseorang tidak mau membangun sesuatu cuma karena takut menjadi rusak, tidak mau mandi karena takut kotor kembali , tidak makan lagi karena pasti akan lapar lagi, maka kehidupan akan mati.

 

Maka kejadian hilangnya pisang dikebun ini justru membuat kami tambah bersemangat. Hal yang diluar dugaan bahwa ulah seorang pencuri malah membuat kami semakin bersemangat seperti ini!

 


Cerita inspiratif – Dua Ekor Singa

Di sebuah danau tepat ditengahnya tedapat sebuah perahu dengan dua orang diatasnya sedang memancing disore hari. Mereka bedua adalah seorang ayah dan anaknya yang sedang menghabiskan waktu bersama.

 

Mereka tampak sibuk mengatur umpan dan melempar jorannya. Air tampak begitu tenang dengan riak-riak kecil menuju tepian. Tampak sekumpulan angsa yang berenang. Terdengar sebuah percakapan antar ayah dan anak.

 

“Ayah.”

“Ya.. Nak...” Ayah menjawab sambil memperhatikan ujung kailnya. “Beberapa malam terakhir, aku bermimpi ada dua ekor singa yang  sedang berkelahi didalam hatiku. Gigi-gigi nya sangat besar runcing dan tajam. Masing-masing singa saling sibuk mencakar dan mengaum. Mereka tampak ingin saling mengalahkan dan membunuh.”

 

Setelah terdiam bebeapa saat anak muda ini melanjutkan ceritanya.  “Singa yang pertama, terlihat tenang dan jinak. Gerakannya perlahan namun waspada. Badannya kokoh dan bulunya rapih dan bersih. Meskipun suaranya keras, tapi menenangkan dan tidak membuatku takut.”

 

“Tapi, singa yang menjadi lawannya tampak kotor, bulu-bulunya semrawut, bergerak liar tak teduga dan terlihat sangat ganas. Dan suaranya terdengar parau dan menakutkan.”

 

“Ayah, aku bingung, apakah makna dari mimpi ini. Apakah singa-singa itu mewakili sifat-sifat dalam diriku apakah itu baik dan buruk? Jika memang betul, singa yang manakah yang akan menang dalam pertarungan itu?”

 

Melihat anaknya yang kebingungan, sang Ayah bangkit dan sambil memagang pundak anaknya ia mulai bericara lagi, “Pastilah pemenangnya yaitu singa  yang sering kamu berikan makan.”

 

Demikianlah hakikatnya diri kita itu, diibaratkan memiliki dua ekor “singa” yang selalu berusaha untuk saling bersaing untuk saling menjatuhkan. Mereka ingin menjadi pemimpin bagi yang lainnya. Pertarungan antara mereka kedua singa, tidak akan pernah selesai, karena kedaunya secara silih berganti menjadi pemenang dalam setiap petarungan yang tejadi.

 

Kalah-menang dalam pertarungan itu hal yang lumrah dan silih berganti. Sebab kedua sifat baik-buruk ini terlihat sama kuatnya.

 

Tapi, siapakah pemenangnya saat ini dalam diri? Singa yang bersih dan kokoh, ataukah singa yang kotor dan menakutkan? Sebenarnya singa seperti apa yang menguasai dirimu, singa yang tekun, optimis, pantang menyerah, sabar, rendah hati dan toleran, ataukah yang pemalas, pesimis, mudah menyeah, sombong dan dengki?

 

Sebenarnya diri sendirilah yang menentukan pemenang antara kedua singa itu. Jika kita sendiri memberi “makan” pada singa yang bersih kokoh tadi, maka kebaikan yang kita dapatkan. Jika kita mampu membiasakan diri selalu menjaga optimisme dan tekun, maka “singa” keberhasilan dapatkan.

 

Tapi sebaliknya, jika kita setiap saat selalu marah, berprasangka buruk, tak sabaran dan mudah menyerah, maka, “singa” buruk lah yang jadi pemenangnya.

Biarkanlah singa yang baik dan penuh semangat mengisi jiwamu. Rawatlah singa itu dengan sifat, perilaku yang mulia, dan hati yang bersih. Senantiasa hidup dengan penuh kedamaian, kasih sayang dan penuh rasa persahabatan. Selalu optimis dan sabar. Biarkan singa inilah yang jadi pemenangnya.

 

 

Jangan biarkan singa pemarah dan pemalas menguasaimu. Jangan sekalipun memberikan kesempatan bagi sifat iri dan dengki, pesimis, gelisah, rendah diri dan tidak sabar tertanam dan tumbuh dalam hati, yang akan menjadi penghalang keberhasilan.

 

Percayalah, bahwa apa yang kita peroleh keberhasilan adalah gambaran dari apa yang kita usahakan dan berikan hari ini.

 

Jadi....,  singa yang manakah yang kamu beri makan hari ini?

 

 

cerita lucu

Cerita lucu


Cerita inspiratif bijak – Selimut Untuk Keselamatan

Ketika saya dengan istri dan putra kami Nate, pindah tempat baru yaitu sebuah desa di pedalaman Alaska kami terbang menggunakan pesawat kecil berkapasitas penumpang 4 orang. Penerbangan itu terasa menakutkan bagi putra kami Nate, sepanjang penerbangan ia menutupi kepalanya dengan selimut kesayangannya hingga mendarat dibandara kecil.

 

Selama masa adaptasi dilingkunagn yang baru selama berbulan-bulan, kami belajar budaya baru, cara hidup dilingkungan yang keras di Alaska. Nate selalu membawa selimut kesayangannya kemana saja dia pergi. Sehingga selimut yang awalnya terlihat bersih dan tebal, menjadi kumal dan tipis. Nate memakai selimut itu hingga ia terlelap tidur dan menyelinap ke dalam kehanggatannya.

 

Di tahun ke 2 kami berada di tempat baru ini, saya mendapat kesempatan menjadi pembicara tamu untuk sebuah konferensi di  kota Seattle. Ketika saya sedang mempersiapkan diri dengan berkemas barang dan keperluan untuk perjalanan tersebut, Nate selalau mengikuti saya kemanapun saya pergi, dengan terus bertanya banyak hal seperti, ayah mau ke mana, berapa lama perginya, untuk apa dan apakah pergi sendirian?

 

Saya sempat berpikir dan khawatir apakah dapat mengejar jadwal penerbangan ditengah cuaca buruk ini untuk menuju ke bandara. Nate  tampaknya yang paling khawatir jika saya harus pergi terbang ditengah cuaca buruk dengan menggunakan pesawat kecil, yang memang paling ditakutinya.

 

Saya terus meyakinkan Nate jika saya akan baik-baik saja, dan saya meminta Nate untuk selalu menjaga Ibu hingga saya kembali. Diiringi sebuah sebuah pelukan akhirnya saya berangkat pergi ke bandara kecil di desa tersebut dan dilanjutkan ke kota Seatle tempat konferensi dilangsungkan.

Setelah tiba di hotel di kota Seattle, saya belum sempat untuk mengeluarkan isi kopor hingga malam harinya karena masih sibuk, hingga ketika akhirnya saya membongkar isi koper, saya sangat terkejut menemukan selimut kesayangan Nate, saya bingung dan saya panik  membayangkan istri saya tengah berusaha untuk menemukan selimut Nate agar bisa tidur dimalam harinya.

 

Saya tidak tahu bagaimana cara selimut itu bisa ada dalam koper. Sayapun akhirnya menelpon Kathy dan memberitahukannya agar Nate tidak tahu jika selimutnya tebawa dalam koper ayahnya.

 

Kathy menerima telepon itu dan ketika aku akan memberitahukan mengenai selimut Nate, dia menenangkanku bahwa dia sudah tahu jika selimut Nate ada dalam koper.

 

Kathy memberitahukan bahwa saat aku pergi ia dan Nate mengawasinya dari jendela. Kathy berkata kepada Nate untuk mendo’akan ayahnya agar selamat dalam perjalannya. Setelah Kathy mengucapkan do’a,  Nate berkata dan menenangkan ibunya. “Ibu janganlah  khawatir, aku sudah  memberikan selimut untuk Ayah agar  menjaganya tetap selamat.”

 

 

Cerita Inspiratif – Berkelahi di Lubang

Disuatu tempat di tengah hutan siang itu, ada seekor musang yang sedang berdiam diri dibawah pohon berteduh. Bebeapa saat kemudian munculah seekor rubah yang kelaparan ingin memangsanya.

 

Musang kaget ingin berlari tapi, terhenti karena dia tahu kesempatannya sangat kecil, jika berlari pasti akan tertangkap, Musang pun akhirnya berkata, ‘Hai rubah, aku menantangmu jika kamu benar-benar kuat, ayo berkelahi didalam lubang.’

 

Rubah angkuh merasa sangat percaya, dirinya tak akan bisa dikalahkan seekor musang, akhirnya dia menerima tantangan musang. Bagi rubah ‘Berkelahi di dalam lubang atau di luar  luang tidak akan berpengaruh, akulah yang terkuat dan akan menang.’

 

Tidak berapa lama, musang keluar dari lubang membawa paha si rubah. Dan kembali bersantai ditempat semula. Kemudian munulah seekor serigala, kembali dia pun ingin memangsa si musang.

 

Si musang pun melakukan hal sama seperti sebelumnya menantang serigala ‘Jika kamu memang benar-benar kuat, aku menantangmu untuk berkelahi dalam lubang.’

 

Serigala tertawa geli dengan perilaku musang yang sok jagoan dan menerima tantangan musang ‘Mau di manapun kau berkelahi denganku, akulah yang lebih kuat dari kau musang kecil’ serigala berkata.

 

Sepuluh menit kemudian musang sudah keluar dengan membawa paha serigala.

 

Tibalah sore yang semakin gelap. Musang lalu memanggil dengan berteriak ke arah lubang tadi, ‘Hari sudah mulai gelap, kita lanjuntkan besok pagi lagi.’

 

Beberapa saat kemudian munculah seekor harimau dari lubang. Harimau itu tersenyum dan berkata, ‘Ternyata idemu bagus juga musang.’

 

Pesan moralnya: Saatnya kita bekerja dengan cara yang cerdas, tidak saja hanya bekerja keras.

 


Cerita inspiratif – Belajar Dari Sebuah Kepompong

Hidup memang penuh perjuangan. Ketika kita ingin meraih keberhasilan dan sukses maka kita harus berproses, dan kadang suatu proses yang menyakitkan. Kita janganlah manja dan selalu ingin dilayani. Tapi mulailah melayani diri sendiri. Memanjakan diri sendiri  tidak baik dalam pembentukan karakter dan jiwa kita.

 

Kali ini saya akan menyampaikan sebuah cerita pendek yang sangat inspiratif untuk bahan renungan kita. Cerita ini berasal dari buku berjudul,”Setengah isi setengah kosong” karya Parlindungan Marpaung.

 

Berikut ceritanya :

 

Diceritakan ada seorang anak yang sedang bermain dikebun dan menemukan sebuah kepompong di dahan sebuah yang pendek. Setelah Dia ambil kepompongnya lalu dia perhatikan kepompong tersebut dilihatnya ada lubang kecil.

 

Anak itu mengamati dengan teliti lubang kecil itu, dilihatnya ada seekor kupu-kupu yang tengah berusaha untuk membebaskan diri melalui lubang itu. Si anak melihat jika kupu-kupu itu seakan menyerah karena berhenti mencoba, dia terlihat sudah berusaha dengan seluruh kemampuannya tapi sepertinya sia-sia untuk bisa keluar melalui lubang kecil.

 

Melihat kejadian itu, si anak merasa kasihan dan berinisiatif untuk membantu  kupu-kupu agar bisa keluar dari kepompongnya. Si anak kemudian mengambil gunting dan mulai menggunting membuka badan kepompong agar kupu-kupu bisa segea keluar untuk membebaskan dirinya.

 

Setelah kepompongya terbuka, akhirnya kupu-kupu itu pun keluar dengan sangat mudah. Tetapi, kondisi tubuhnya gembung dan kecil. Sayap-sayapnya masih nampak berkerut belum terbuka sempurna.

 

Anak itu terus mengamatinya, berharap sayap kupu-kupu itu terbuka dan bisa segera terbang di taman.

 

 

Setalah menunggu cukup lama, apa yang diharapkan si anak tidak terjadi. Akhirnya Kupu-kupu itu harus hidup dengan kondisi hidup merangkak dengan tubuh gembung dan sayap yang kecil mengekerut dan tidak dapat terbang seumur hidupnya.

 

Hal yang tidak dipahami oleh anak itu adalah bahwa kupu-kupu untuk memiliki tubuh dan sayap yang sempurna dan dapat terbang adalah, dia harus bejuang melepaskan dirinya dari dalam kepompong.

 

Perjuangannya melepaskan diri dari dalam kepompong melatih tubuh dan sayapnya, agar kuat, memompa cairan dan darah keseluruh bagian tubuhnya sehingga sayap terbuka lebar dan pada akhirnya mampu terbang dengan sempurna.

 

Perjuangan kupu-kupu melepaskan diri dari dalam kepompong, boleh jadi membuat kita iba, karena terlihat menyakitkan dan membuat kupu-kupu menderita. Tapi dibalik itu adalah adanya hasil akhir yang sempurna.

 


Cerita inspiratif – Kentang, Telur, dan Biji Kopi

Diceritakan di suatu hari, ada seorang anak perempuan mengeluh kepada ayahnya jika hidupnya sengsara dan tidak akan berhasil. Dia sudah merasa sangat lelah harus berjuang setiap hari. Seakan-akan masalah tidak pernah habis, dan tidak dapat diselesaikan.

 

Ayahnya adalah seorang koki, ayahnya mengajaknya menuju ke dapur. Ayahnya mengisi tiga buah panci dengan air dan ditaruh di atas kompor. Setelah ketiga panci beriisi air mendidih, ia memasukkan beberapa kentang ke dalam panci pertama, beberapa telur ke dalam panci kedua, dan beberapa biji kopi ke dalam panci ketiga.

 

Kemudian kembali ia duduk dan menunggu ketiga panci kembali  mendidih, tanpa berkata apapun putrinya. Putrinya mengeluh dan tidak sabaran harus menunggu.

 

Setelah dua puluh menit, ayahnya mematikan kompor. Mengambil kentang dari dalam panci dan memasukannya ke dalam mangkuk. Begitu pula dengan telur diletakkannya di mangkuk.

 

Kemudian ia mengambil sesendok kopi dan memasukannya ke dalam cangkir. Imenatap putrinya dan bertanya, “Apa yang kamu lihat?”

 

“Kentang, telur, dan kopi!” putrinya ketus menjawabnya.

 

 

“Cobalah kamu lihat lebih dekat lagi, coba amati dan sentuhlah kentang ini”, kata ayahnya. Putrinya akhirnya mengikuti permintaan ayahnya dan memngingatnya di dalam otak bahwa kentang lembut, dst.

 

Kemudian kembali ayahnya memintanya untuk mengambil telur dan memecahkan telurnya. Setelah membuang kulit telurnya, ia mendapati bahwa telur sudah matang direbus. Akhirnya, Teakhir ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Aroma kopi yang harum  membuatnya tersenyum.

 

“Ayah, apa maksud dari semua ini?” ia bertanya.

 

Ayahnya menjelaskan bahwa semua benda tadi yaitu kentang, telur dan biji kopi masing-masing sudah mengalami pelakuan yang sama yaitu direbus kita anggap mengalami kesulitan yang sama, yaitu direbus air mendidih.

 

Namun, kentang, telur dan biji kopi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

 

Pada awalnya kentang kuat dan cukup keras. Setelah direbus hingga mendidih, ketang pada akhirnya menjadi lunak dan lemah.

 

Telur yang rapuh, dengan kulit luarnya yang tipis untuk melindungi bagian dalam telur yang cair, setelah direbus pada akhirnya bagian dalam telur menjadi keras.

 

Terakhir, biji kopi lah yang sangat unik. Setelah biji kopi dicampurkan dengan air mendidih, biji kopi mengubah airnya menjadi harum dan menciptakan sesuatu yang baru.

 

Ayahnya bertanya “Kalau kamu termasuk yang mana, anakku? Ketika kamu menghadapi kesulitan, bagaimana kesulitan itu menjadikan dirimu? Apakah kamu adalah sebuah kentang, telur, atau biji kopi?”

 

Pesan Moral dari cerita ini adalah Semua orang akan mengalami kesulitan dalam hidup. Sejatinya kesulitan itu membentuk diri dan karater kita menjadi lebih baik.

 

contoh cerita pendek

Cerita pendek

Terima kasih sudah membaca kumpulan cerita pendek dan inspiratif kali ini. Semoga cerita pendek inspiratif ini bisa menjadi bacaan menghibur, menarik dan teman dalam mengisi waktu bersama keluarga. Kamu bisa membacakan cerita pendek ini kepada anak-anak diwaktu menjelang tidur atau saat bermain bersama.

Semoga cerita pendek ini menjadi cerita yang menginspirasi kita untuk menjadi bijak dan bermanfaat.


your advertise here
Next article Next Post
Previous article Previous Post
Themeindie.com